Dia Hanya (Sedang) Butuh Teman Bicara

Dari balik kisi-kisi jendela; mata ku menerawang di antara bulir hujan yang tengah berlomba jatuh ke bumi sore itu. Senja yang ku damba dengan langit jingga seperti biasanya, kali ini berhalangan hadir. Aku suka hujan. sebagaimana aku menyukai senja. Mereka dapat membuat otak-ku berpesta-pora dengan kata-kata. Menikmati segelas harapan, menyulut kenangan dan meletakannya di bibir…

Lanjutkan Membaca

Sebagai Kawan

  View this post on Instagram   Kawan lama menyapa; “apa kabarnya? sudah lama tak bersua.” Aku baik-baik saja, kawan. Tidak satu-pun dariku berubah. Kecuali ini; sayatan kecil di dadaku yang masih saja menganga dan berdarah. Ia tergores tepat setelah terakhir kali kau datang dan meminta-minta. Penuh janji. Lalu menghilang tanpa rasa bersalah. Seribu alasanmu…

Lanjutkan Membaca

Sejenak

  View this post on Instagram   A post shared by Bmbng Kristianto // Abeng Kris (@abengkriss) on Dec 27, 2018 at 2:35am PST Tak selamanya raga yang kau miliki tetap kuat melakukan kehendak dari ruhmu. Dia terkadang mengeluh, meminta haknya dan memaksamu untuk berhenti sejenak. Beristirahat adalah kesepakatan terbaik agar kau dapat terus bergerak…

Lanjutkan Membaca

Hari untuk ibu

Sudah setengah tahun lebih dan tak pernah terpikir akan separah ini. Lemah, kurus, terbaring tak berdaya. Nyaris di setiap sepertiga malam merintih memudarkan lamunan dan memecah keheningan. “Nak, tolong pijatkan kaki ibu ini rasanya sakit sekali.” Rintihnya padaku yang tengah asik menatap layar kaca. “Iya, sebentar.” Jawabku sambil beranjak menghampirinya. Inikah yang ia rasakan tiga…

Lanjutkan Membaca