Juna & Alita; Nada sendu di titik temu

Play music soundtrack 🙂

Suara gemuruh pengeras suara memekak telinga. di sebuah pesta rakyat pada malam perayaan, pelataran sebuah gedung perbelanjaan seketika di sulap menjadi sebuah pertunjukan meriah.

Tampak kerumunan yang berdesakan orang-orang antusias merapatkan diri ke arah panggung utama. Mereka ingin melihat lebih dekat bintang tamu pengisi acara, artis idola yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca.

Sedangkan alita, gadis berkerudung ungu muda itu asik berkutat dengan telepon genggamnya. Ia tengah sibuk membalas pesan juna yang sedari tadi tersesat di dalam keramaian. Di sisi lain, Juna yang lusuh penuh peluh masih berusaha menerobos lautan manusia dan sesekali memasang mata mencari keberadaan alita.

“Halo?! Kamu dimana?” Juna menempelkan bibir ke ujung telepon genggamnya. Riuh sorak-sorai para penonton menyambut idola mereka yang mulai beraksi di atas panggung membuat juna tidak bisa mendengar suara alita di seberang telepon.

Setelah drama hampir satu jam saling mencari akhirnya juna dan alita bertemu juga. Juna menyeka dahinya yang berkeringat perlahan menghampiri alita yang melambaikan tangan mengisyaratkan keberadaannya di tengah kerumunan.

“Kamu sama siapa lit?” juna menyapa alita membuka percakapan.

“Ini, sama temen” jawab alita sembari menunjuk seorang lelaki di sampingnya.

“Oh, halo mas..” juna menyodorkan tangannya menyalami teman pria alita yang tak di kenalinya itu.

Detik, menit terus melaju, acaranya pun semakin seru. Para penonton hanyut dalam alunan musik yang di mainkan idola mereka. Ramai-ramai bernyanyi bersama layaknya paduan suara. Tapi tidak dengan juna dan alita juga teman lelakinya. Mereka seperti dalam atsmosfir yang berbeda. Obrolan juna dan alita pun tidak secair dalam drama pencarian tadi.

Juna yang sesekali mencuri pandang ke alita yang terlihat sesekali terlibat percakapan dengan teman lelakinya. Juna menyadari bahwa ternyata lelaki itu adalah teman lama alita yang sudah lama tidak bertemu.

Mereka saling bertukar nomor telepon, mengenang terakhir kali bertemu, mengingat kisah lama yang sempat mereka alami berdua. Sedang juna sesekali mengibas kerah bajunya, mencari angin untuk menyejukan gerah hatinya.

Pertunjukan telah usai, asa juna ingin terus berada di dekat alita pun selesai. Mereka berpisah kembali ke rumah melalui jalan yang tak searah.

 

Juna dan Alita; Nada sendu di titik temu

Oleh Abeng kris

Tinggalkan Komentar